Auteur
(dalam bahasa prancis) atau Penulis adalah sebutan bagi orang yang melakukan
pekerjaan menulis. tapi jika kata Auteur di tambahkan dengan kata Manuscrit
akan berbeda arti menjadi Penulis Naskah. Penulis Naskah adalah penulis yang
memiliki kemampuan dalam penulisan skenario, bertugas menulis skenario di media
massa seperti film, acara televisi, komik, atau permainan video.
Banyak orang
berpikir bahwa orang yang bekerja menjadi seorang penulis naskah hal yang biasa
saja, akan tetapi di balik hal "biasa saja" bisa menjadi hal yang
luar biasa. Karena Naskah merupakan rancangan cerita atau pedoman untuk
menetukan urutan kejadian (materi) yang saling berhubungan antara satu kejadian
dengan kejadian lainnya. Dari runtutan kegiatan tersebut yang nantinya akan
diterjemahkan kedalam bentuk tampilan yang ada pada layar komputer. Dalam hal
ini membuat/memproduksi media sangat diperlukan adanya naskah dan itu sangatlah
tidak mudah karena dibutuhkan suatu teknik serta sasaran objek yang nyata,
dimana orang yang melihat atau mendengarnya seolah dapat ikut merasakan sasaran
objek tersebut sehingga diharapkan orang itu dapat memahami isi naskah
tersebut. Maka dari itu seorang penulis naskah tidak ada pendidikan tertentu
yang dibutuhkan untuk menjadi seorang penulis skenario profesional, yang
diperlukan hanyalah kemampuan bercerita yang baik, keahlian mengarang, dan
imajinasi. Berikut macam - macam naskah program media :
- Naskah Audio ( Radio dan Kaset)
- Naskah Film dan Video
- Naskah Program Interaktif.
Yang akan
saya bahas kali ini mengenai Naskah Film, naskah film banyak kategorinya
diantaranya naskah film pendek, naskah film dokumenter, naskah film layar
lebar, naskah film indie dan masih banyak lagi. Namun saya saya akan bahas satu
yaitu Naskah Film Dukumenter. Berikut penjelasannya :
Film
Dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan. Istilah
"dokumenter" pertama digunakan dalam resensi film Moana (1926) oleh
Robert Flaherty, ditulis oleh The Moviegoer, nama samaran John Grierson, di New
York Sun pada tanggal 8 Februari 1926.
Model naskah menggunakan format Naskah Non-Drama di lengkapi
dengan bahasa Kamera untuk memudahkan kamera person dalam pengambilan gambar.
Inilah contoh naskah dokumenter:
No
|
Angle
|
Visual
|
Audio
|
Voice over
|
Durasi
|
1
|
Full
Shoot
|
Establis keadaan lapangan olahraga
|
Intro musik
|
-
|
25''
|
2
|
Full
shoot
|
Cuplikan keadaan beberapa orang
yang melakukan aktivitas olahraga
|
Dubbing + Intro musik
|
(misalnya) sesungguhnya kesehatan
adalah hal yang paling berhga untuk tubuh kita dengan cara olahraga lah dapat
melatih tubuh kita menjadi lebih bugar dan sehat.
|
30''
|
3
|
Medium
Shoot to Close Up
|
Wawancara Narasumber
|
-
|
20''
|
|
4
|
Medium
Shoot to Close Up
|
Wawancara Narasumber
|
-
|
10''
|
|
Stock Shoot
|
Musik
|
-
|
10''
|
||
5
|
Wawancara Narasumber
|
-
|
15''
|
||
Stok Shoot
|
Musik
|
-
|
15''
|
||
Stok Shoot
|
Musik + Dubbing
|
Kata – Kata Motivasi dari
narasumber
|
20''
|
||
Biasanya seorang penulis mencantumkan treatment sebelum atau sesudah dibuatnya naskah, berikut adalah contoh treatment :
(Opening)
Stock Shoot atau Cuplikan keadaan beberapa orang
yang melakukan aktivitas olahraga, (Cut
To) Establis keadaan lapangan olahraga
, (Cut To) Wawancara dengan para
narasumber dan diselingi Stock Shoot dan dubbing, (Ending) Semua narasumber
memberikan kata – kata motivasi.
www.wikipedia.comDAFTAR PUSTAKA
https://naratekpend.wordpress.com/2012/07/01/penulisan-naskah-media/
http://adnanscript.blogspot.com/2008/07/teknik-penulisan-skenario-film.html
http://ditztea.blogspot.com/2010/09/penulis-naskah.html
terimakasih, dan semoga bermanfaat:)